Polo Blogs – Informasi Seputar Olahraga Kuda Polo Di Dunia

Polo Blogs Situs yang memberikan Informasi Seputar Olahraga Kuda Polo Di Dunia

Polo Blogs – Informasi Seputar Olahraga Kuda Polo Di Dunia Informasi Sejarah Permainan Kuda Polo Equestrian dan Aturan Mainnya

Sejarah Permainan Kuda Polo Equestrian dan Aturan Mainnya



Polo Equestrian merupakan cabang olahraga ekstrim yang menggunakan kuda sebagai sarana bermain. Orang – orang biasanya menyebutnya kuda polo atau polo berkuda. Asal muasal olahraga ini muncul pertama kali ini Persia pada abad ke-6 SM. Namun seiring berjalannya waktu, beberapa negara mulai dari Asia hingga Eropa mulai memamerkan atraksi tersebut hingga masuk pada Sukan Olimpik di Prancis pada tahun 1900.

Pemain kuda polo tersebut mayoritas laki – laki. Namun belakangan telah muncul penunggang wanita yang turut meramaikannya. Sejatinya polo equestrian telah mewakilkan lebih dari 50 negara. Dan hingga kini masih aktif digelar.

Jenis Permainan Polo Equestrian dan Klasifikasi Pemain
Permainan kuda polo equestrian memiliki jenis atau tipe permainan yang berbeda, namun tujuannya mendapatkan kemenangan dari masing – masing tim yang berlaga. Pada laga tersebut, di bawah ini terdapat 4 subspesies yang perlu diungkap, antara lain;

Kuda Polo Equestrian

1. Polo Rumput Permainan ini berlangsung di atas padang yang luasnya mencapai 145 meter dan panjangnya mencapai 275 meter.
2. Arena Laga akan diadakan di taman dengan lebarnya 45 meter dan panjangnya 90 meter.
3. Pantai Pertandingan tersebut terjadi di sekitar pasir putih. Namun tiap regu atau tim terdiri atas 3 pemain.
4. Cowboy Pertarungan yang kali ini berlangsung di atas tanah yang kering dan keras dengan mengirim 5 pemain dalam setiap tim.
Tentang klasifikasi pemain yang polo berkuda tersebut terbagi menjadi 4 posisi, yaitu;
1. Defender Pemain yang bertugas untuk mengawal dan menjaga area pertahanan serta menyokong serangan secara bergantian atau bersamaan.
2. Pemimpin Pemain yang mengemban tugas untuk mengawal pemain pertama dan kedua untuk melakukan penyerangan. Namun masih bisa menjaga area pertahanan.
3. Pusat Pemain yang membantu proses penyerangan pemain pertama.
4. Penyerang Utama Pemain yang berkewajiban untuk membuat lebih banyak gol serta mendapatkan bantuan serangan dari pemain belakang.

Jika ditarik kesimpulan pada beberapa tugas di atas, setiap pemain sama – sama memiliki peran yang sangat penting demi membuahkan hasil akhir terbaik. Akan tetapi pemain yang bertugas untuk memukul bola selalu diutamakan dalam meraih skor. Sementara pemain lainnya tetap menjaga atau mengkover rekannya apabila kehilangan bola.
Uniknya, tidak boleh ada pemain belakangan yang mendahului pemain depan pada saat melakukan proses penyerangan. Karena pemain tersebut akan dikenakan hukuman sesuai aturan yang berlaku. Rotasi pemain pada polo berkuda nyaris sama dengan sepak bola. Namun mereka harus saling bekerjasama antar tim agar mendapatkan kesuksesan selama pertandingan berlangsung hingga usai.

Aturan Baku Pada Permainan Kuda Polo Equestrian
Pada tahun 1874, permainan polo berkuda tersebut telah resmi diperkenalkan kepada publik. Alasan memiliki kuda sebagai sarana bertarung yaitu agar pemain tidak mengalami cedera yang begitu parah. Sebab mereka telah dibekali alat pelindung diri mulai dari atas hingga bawah. Aturan baku pada cabang olahraga tersebut sangat sederhana sekali. Yaitu masing – masing tim hanya akan mengirimkan 3 hingga 4 orang. Dalam satu babak atau disebut chukka, durasi waktu yang ditentukan adalah 7 menit. Namun kebanyakan negara telah mengadopsi 6 chukka agar terlihat lebih seru.
Para hakim pada permainan tersebut terdapat 4 orang. Dimana satu hakim bertugas di belakang pintu gawang. Yang satu berjalan kali, sementara dua lainnya ikut menunggang kuda di tengah lapangan. Pergantian kuda boleh dilakukan dalam setiap chukka atau waktu tertentu tergantung kondisi kuda. Dan penentuan kemenangan pada permainan ini yaitu tim yang banyak mencetak gol ke gawang lawan.

Please follow and like us:
TopBack to Top